Pada awalnya kelompok gue 14 orang, tapi berhubung ada 1
orang yang kena serangan diare akut dan gak bisa tinggal di desa yang jarak
jamban dan kamarnya lebih dari 20 meter dan masih menggunakan cara primitif (WC
cemplung) akhirnya kawan gue yang satu ini menyerah, lambai tangan ke kamera
dan pergi meninggalkan 13 orang lainnya.
jadi 13 orang
Setelah kepergian kawan gue yang hobby boker itu, dimulailah
petualangan kelompok sesat ini disebuah desa antah berantah bernama Bandar
Agung, tepatnya di sebelah timur provinsi Lampung, tetanggaan sama Texas. FYI,
ini adalah sebuah desa dimana setiap orang baru yang dateng diharuskan
mengucapkan sebuah kata ajaib”Monggo” sambil senyum maksa. Ini adalah sebuah
desa dimana singkong jadi makanan utama, dan nasi malah dijadiin makanan ternak.
Ini adalah sebuah desa dimana petualangan gue dimulai:
Selama 40 hari gue didesa ini banyak hal yang gue lakuin,
mulai dari kerja bakti, pengajian, sampe nyabutin bulu ketek pak lurah (biar
akrab). Karna gue orangnya multitalented (cailah) gue pun mencoba mengembangkan
beberapa profesi dan bakat terpendam didalam diri gue. Dan inilah beberapa
profesi yang gue jalani selama gue ber-KKN didesa ini:

